
BSIP NTB TUAN RUMAH TOT BUSINESS PLAN KOPERASI PETANI
#SobatTani, Training of Trainers (TOT) Business Plan Korporasi Petani merupakan langkah strategis dalam mendukung implementasi program ICARE. Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas PIU (Project Implementation Unit) dari 9 provinsi kegiatan ICARE. Melalui pelatihan ini, para peserta akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menyusun rencana bisnis yang berkelanjutan bagi koperasi petani di wilayah mereka masing-masing lokasi ICARE di 9 Provinsi.
Kegiatan di hadiri oleh Direktur ICARE (Dr. Ahmad Musyafak), dari World Bank (Triyanto Fitriyardi), dan PMU dan PIU dari 9 Provinsi Kegiatan ICARE.
TOT Business Plan Korporasi Petani bertujuan untuk memberikan landasan yang kokoh bagi pengembangan usaha pertanian yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Kepala BSIP Nusa Tenggara Barat, selaku tuan rumah dalam penyelenggaran kegiatan Training of Trainers (TOT) Business Plan Korporasi Petani yang diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat menyabut dengan hangat para peserta TOT.
Kepala balai juga menyampaikan bahwa untuk dapat mempersiapkan Matching Grant kegiatan ICare di NTB dengan lebih baik, mengharapkan saran dan masukan yang berarti dari semua pihak. Masukan ini sangat penting untuk memperbaiki dan mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan di NTB. “Kami ingin mendapatkan pandangan, ide, dan rekomendasi yang konstruktif agar program ini dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi para petani dan seluruh pemangku kepentingan untuk menunjang program ICARE yang di NTB.”
Pada kesempatan yang sama, kepala BSIP NTB juga tidak lupa mempromosikan destinasi wisata yang indah di Nusa Tenggara Barat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan BSIP NTB sebagai tuan rumah atas penyelenggaran kegiatan Training of Trainers (TOT) Business Plan Korporasi Petani.” Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, serta memberikan perbaikan dalam penyusunan rencana kerja ICARE untuk kita semua”.
Direktur ICARE menyampaikan beberapa poin penting dalam pertemuan tersebut. Beliau menghimbau kepada PMU untuk selalu berkoordinasi dalam mempersiapkan dokumen top-up, meskipun target 80% belum tercapai. “Persiapan dokumen sejak dini sangatlah penting”. Selanjutnya, direktur ICare mengajak seluruh peserta TOT untuk bekerja sepenuh hati dan terus berikhtiar, karena tugas ini adalah tugas mulia yang berkaitan langsung dengan petani. Meskipun kegiatan ini memiliki tantangan besar, program ICare berbeda dengan program lain karena berhubungan langsung dengan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggerakkan perekonomian kawasan dari hulu sampai hilir, serta rantai nilai dan sebagainya. Mengingat keterbatasan dalam berbisnis, kita harus menjalin kemitraan dengan pelaku usaha dan seluruh sektor terkait.
Kegiatan TOT berlangsung sukses dan terstruktur dengan baik, dengan melibatkan narasumber dari World Bank yang memberikan pengantar tentang rencana bisnis proyek ICare. Selain itu, Anis Saadah, seorang konsultan kegiatan ICare, memberikan panduan tentang penyusunan rencana bisnis koperasi. Acara dilanjutkan dengan sesi pemantapan rencana bisnis oleh PIU (Project Implementation Unit). Dalam tahap ini, narasumber lebih mendalami penyusunan rencana bisnis dengan membagi kelompok masing-masing PIU. Hal ini memungkinkan para peserta untuk mendapatkan pandangan yang lebih terperinci dan spesifik sesuai dengan konteks dan kebutuhan wilayah mereka.
Dengan demikian, kegiatan ini memberikan landasan yang kokoh bagi pelaksana kegiatan ICARE di 9 Provinsi untuk dapat menyusun rencana bisnis pengembangan usaha pertanian yang berkelanjutan dan efektif berbasis koprasi petani di seluruh wilayah yang terlibat dalam program ICare.